Cara Mudah Onpage SEO Untuk SERP 2020

Onpage SEO adalah salah satu teknik untuk membantu memberikan SERP yang lebih baik. Dan ini termasuk vital untuk dikuasai, namun proses pembelajaran serta penerapannya tidak sulit.

Tujuan dari optimasi onpage ini agar mesin pencari seperti Google mengetahui bahwa website atau konten yang dibuat sesuai dengan kata kunci yang dicari. Dan kualitas konten juga bagus di mata mesin pencari ini.

Kuncinya adalah kualitas konten serta relevansinya, ini yang berpengaruh dimata mesin pencari. Meskipun teknik ini adalah sebagian saja dari teknik SEO, tetapi memiliki pengaruh yang cukup besar.

Langkah Optimasi Onpage SEO

Ada beberapa hal yang harus dilakukan pada teknik optimasi onpage SEO ini, yang intinya adalah terhadap konten. Dengan mengoptimasi konten ini, peluang untuk mendapatkan peringkat yang bagus pada SERP akan semakin besar.

Teknik lama juga masih ada yang berpengaruh untuk digunakan, dan memiliki dampak juga. Untuk beberapa langkah yang dikerjakan adalah sebagai berikut.

Gunakan Permalink Yang Jelas dan Simple

Permalink ini masih menjadi indikator untuk Onpage SEO. Karena memudahkan mesin pencari mengenai isi konten dan topik yang dibuat. Contoh, jika kata kunci yang digunakan adalah “teknik SEO”, maka permalink yang sesuai adalah www.namadomain.com/teknik-seo.

Ini adalah metode sederhana yang mudah dilakukan, tetapi cukup vital. Jangan gunakan permalink yang panjang, dan gunakan kata kunci pada permalink tersebut.



Keywords Pada 100 Kata Pertama

Ini juga merupakan cara lama yang masih digunakan, gunakan keywords pada 100 – 150 kata pertama dalam konten. Kenapa ini penting? Mesin pencari tentu melihat konten mulai dari awal, dan ini sedikit membantu mesin pencari mengenai isi dari konten tersebut.

Ini sama seperti mengatakan secara langsung pada mesin pencari tentang isi konten yang dibuat. Meskipun memang terkadang ada keywords yang tidak sesuai diletakkan di awal. Tetapi jika ingin mengejar SERP, sebaiknya dilakukan.

Gunakan Heading H1 Pada Judul

Heading H1 Untuk SEO
Heading H1

Kenapa menggunakan H1 pada judul? Ini untuk membantu mesin pencari memahami struktur dari konten ataupun website. Biasanya CMS seperti WordPress sudah secara langsung menggunakan H1 sebagai judul. Namun terkadang ada juga themes yang tidak membuat H1 pada judul kontennya, jadi bisa di cek dahulu sebelum menggunakan themes.

Gunakan Suheading Pada Konten

Subheading seperti H2 dan H3 juga membantu mesin pencari untuk memahami struktur dari konten. Kalau dari sebuah buku, bisa dibilang ini untuk judul dari bab yang ada pada buku tersebut.

Untuk subheading ini di sesuaikan dengan struktur dari isi konten, kalau saya pribadi biasanya hanya menggunakan H2 dan H3 saja. Mungkin sesekali saja menggunakan H4, namun itu jika konten yang dibuat masih dipecah lagi isinya.

Baca juga: Cara Riset Kata Kunci Untuk SEO

Gambar dan Video Pada Konten

Optimasi Gambar
Optimasi Gambar

Pengunaan gambar pada konten dapat meningkatkan kualitas Onpage SEO. Namun ingat, tidak bisa asal pasang gambar begitu saja, karena ada beberapa hal yang harus dilakukan untuk gambar ini.

Usahakan ukuran gambar tidak terlalu besar, karena ini dapat berpengaruh terhadap loading website. Kalau saya sendiri biasanya untuk ukuran gambar selalu dibuat dibawah 170 kb.

Jika menggunakan CMS WordPress, sudah banyak plugins yang membantu untuk mengkompress gambar menjadi lebih kecil. Seperti contohanya adalah WP Smush.

Untuk gambar ini gunakan nama yang sesuai dengan isi konten, dan jangan diberikan karakter khusus. Ini bisa membuat gambar muncul pada Google Image Search, dan tentu bisa menambah traffic yang masuk.

Lalu pada alt text gunakan keywords yang dituju, ini untuk membantu mesin pencari seperti Google mengidentifikasi gambar tersebut. Jika ada banyak gambar dalam satu konten, usahakan menggunakan kata yang berbeda pada alt text, tetapi tetap dalam isi topik konten.

Kemudian mengenai video, sebenarnya tidak ada panduan pasti mengenai ini. Tetapi konten akan lebih lengkap jika menampilkan video juga. Dan menurut beberapa ahli, peluang untuk masuk pada SERP menjadi lebih besar. Meskipun saya sendiri pada artikel ini tidak menggunakan video sama sekali. 😀

Outbond dan Internal Link Onpage SEO

Outbond link untuk menunjukkan bahwa konten yang dibuat memiliki sumber yang kredibel. Setidaknya buatlah 1 outbond link yang mengarah ke website lain dengan reputasi yang bagus, bukan asal sembarang website. Dengan catatan website atau konten yang dituju memiliki topik yang tdaik jauh berbeda.

Internal link perlu dimaksimalkan, karena ini akan dapat sangat membantu konten lainnya. Jadi maksudnya buatlah link yang mengarah pada konten lain dalam wesbite yang sama.



Terutama jika ada halaman website dengan reputasi yang tinggi dimata mesin pencari, lalu memberikan link pada halaman lainnya. Ini akan membantu halaman yang diberi link tersebut untuk ikut terangkat juga.

Gunakan anchor text yang sesuai dengan keywords dari link tujuan. Dan usahakan dalam satu konten untuk dibuat beberapa internal link. Karena mesin pencari seperti Google juga mengutamakan konten yang memiliki link saling berhubungan.

Kepadatan Keywords

Keywords Density
Keywords Density

Ingat, keywords yang ditulis secara berlebihan dapat membuat efek negatif dimata mesin pencari. Konten dengan keywords berlebih bisa dianggap spam. Itu sebabnya dalam satu konten harus di atur seberapa banyak keywords yang akan ditulis.

Pada plugins SEO WordPress seperti SEOPress, biasanya ada informasi mengenai kepadatan jumlah keywords dalam satu konten. Meskipun bukan patokan utama, tetapi sedikit membantu untuk membatasi keywords yang berlebih.

LSI Keywords

Google Related Search
Google Related Search

Ini masih berhubungan dengan kepadatan keywords, untuk meminimalisir keywords yang berlebih bisa juga dengan menggunakan LSI. Karena LSI ini memiliki makna yang agak mirip dengan keywords, atau bisa juga diartikan masih dalam satu segment dengan keywords yang dituju.

Cara paling mudah untuk mencarinya adalah dengan Google Related Search. Biasanya jika mengetikkan sesuatu pada mesin pencari, dibagian bawah akan muncul Google Related Search ini, dan inilah yang bisa dipergunakan juga sebagai LSI.

Atau melalui bisa juga menggunakan layanan seperti lsikeywords.

Isi dan Panjang Konten

Tidak ada panduan mengenai seberapa panjang konten yang harus ditulis. Ada yang menyarankan minimal 600 kata, ada juga yang mengatakan sebaiknya 1500 kata. Saya sendiri terkadang hanya membuat konten 400 kata, namun ada juga yang mencapai 2000 kata lebih.

Semua tergantung dari isi konten dan pembahasannya, selain itu jangan lupa cek konten dari kompetitor. Bisa dilihat dari peringkat atas SERP milik kompetitor, cek panjang konten yang mereka buat, lalu buatlah sendiri konten original dengan kata yang lebih banyak. Atau setidaknya memiliki jumlah kata yang sama.

Buat konten orisinil dan benar-benar berkualitas, yang sesuai dengan pembaca inginkan. Dan harus relevan dengan judul serta keywordsnya.

Maksimalkan Meta Deskripsi

Pada meta deskripsi agar selalu menggunakan keywords dari konten, bisa long tail keywords atau langsung saja. Pada hasil pencarian, Google menebalkan keywords yang ditulis.

Ini dapat membantu mempermudah visitor ketika menuliskan keywords tertentu. Dan ingat, yang pertama mereka lihat pada mesin pencari adalah meta deskripsi, jadi usahakan semenarik mungkin juga tulisannya.

Tombol Share Social Media

Social Media Share
Social Media Share

Ini memang tidak menjadi faktor penentu untuk meningkatkan SERP, tetapi bukan berarti tidak penting. Ada dampak tidak langsung dari social share ini terhadap peringkat website.

Karena social share ini memiliki kegunaan:

  • Menambah visitor
  • Meningkatkan reputasi website
  • Menambah baclink (pada social media tertentu)
  • DLL

Gunakan Rich Snippets

Schema memang tidak berpengaruh terhadap SERP, tetapi dapat membantu menambahkan klik pada website. Atau setidaknya dimata audiens akan terlihat elegan, sehingga memancing untuk masuk ke dalam website.

Kebanyakan yang dipakai adalah Review Schema dan FAQ Schema. Sudah banyak plugins WordPress yang bisa digunakan secara gratis untuk Rich Snippets ini.



Kecepatan Loading Website

Google memperhitungkan kecepatan loading sebuah website sebagai salah satu faktor dalam SERP. Kecepatan loading tidak hanya untuk mesin pencari saja, tetapi juga untuk kenyaman pengunjung.

Saya sendiri jika sedang browsing sesuatu lalu menuju ke halaman salah satu website dengan loading lama, akan segera langsung saya tinggalkan. Untuk kecepatan loading website ini sudah banyak cara untuk mengakalinya.

Untuk menguji kecepatan loading website bisa menggunakan Google PageSpeed Insights. Ada juga beberapa website yang menyediakan sarana pengujian kecepatan loading website secara gratis.

Baca juga: Tips Meningkatkan Kecepatan Loading Website

Kesimpulan

Teknik SEO ini hanyalah salah satu faktor saja untuk meningkatkan ranking dari website. Karena masih ada faktor lainnya yang tidak kalah penting sebagai penentu, seperti contohnya adalah offpage SEO (akan dibahas selanjutnya).

Bukanlah hal yang sulit untuk menerapkan hal yang telah ditulis diatas. Jika optimasi ini sudah dilakukan, setidaknya sudah meningkatkan kualitas SEO dari website atau konten yang ditarget. Tinggal melanjutkan untuk langkah SEO selanjutnya.

Demikian informasi mengenai teknik onpage SEO yang sudah ditulis ini, semoga dapat membantu dan menambah pengetahuan.

Leave a Comment

error: Content is protected !!